Wednesday, March 25, 2015

God's Clock

So, this is it. If my laziness is bigger than my body.. Hahaha.. akhirnya telat bangun.
Yah, memang ga lengkap kalau hari ga diawali saat teduh. Yah, seperti biasa, kantor masih sedikit sepi, diiringi musik instrument "10000 reasons", kuawali hari dengan saat teduh sejenak.

Firman Tuhan hari ini menyorot sosok Hana dalam Lukas 2:36-40. Sebenarnya, baru hari ini aku baru "ngeh" dengan sosok Hana ini.


Baca: Lukas 2:36-40

2:36 Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya,
2:37 dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa.
2:38 Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem.
2:39 Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea.
2:40 Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.

God's clock. Jam Allah selalu tepat.
Demikian Our Daily Bread memberikan judul untuk saat teduh hari ini.
Perenungan pribadi bagiku sendiri adalah mengenal sosok Hana. Kehidupan seorang Hana mungkin bukan kehidupan yang didambakan oleh common people. Bagaimana tidak Hana sudah menjadi janda setelah menikah selama tujuh tahun dengan suaminya. ODB memberikan intrepretasi bahwa mungkin saja Hana tidak memiliki anak dan mungkin sudah hopeless. 
Namun, vice versa Hana hingga lanjut usianya tinggal dalam rumah Tuhan dan setia melayani Tuhan. Bahkan dalam ayat 37, injil Lukas menuliskan bahwa Hana siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa.
Dan, hingga penantiannya di usia senja, akhirnya dia bisa melihat Mesias. Wah, bisa dibayangkanlah ya, betapa sukacitanya dia, dan dengan semangat dia memberitakan kepada semua orang lahirnya seorang Mesias. Setelah penantiannya, yang bisa dikatakan tidak sebentar. Tuhan memberikan jawaban atas segala penantiannya itu. 

Kutarik ke diriku sendiri. Ga seberapalah yang kualami sekarang dibandingkan dengan yang dialami seorang Hana. Hari ini aku diingatkan lagi kesempurnaan waktu Tuhan. ODB memberikan perenungan untuk tetap mengucap syukur untuk segala hal dan menerima semua yang diberikan-Nya pada waktu-Nya. Setia menantikan Tuhan.

Melalui renungan ini aku diingatkan lagi untuk lebih mengenal apa yang dikehendaki-Nya. Lebih sabar dalam penantian. sama seperti ayat malua ku. Kadang aku terlalu memaksakan waktuku dengan waktu-Nya. Kurang bersabar dalam penantian.

"tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru,"
Yesaya 40:31a
Ga ada yang kebetulan kenapa aku dapat ayat malua ini. Tuhan ingin menunjukkan samaku bahwa dalam menantikan Tuhan itu ga mengecewakan. Mamak selalu bilang baik dalam hal apapun itu, saat kau lama mendapatkan dan menantikannya, Tuhan ingin kau lebih mengucap syukur saat mendapatkannya.



"Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya" (Amsal 16:9). Memang tidak mudah menyandingkan rencana Allah dengan rencana kita,
Ya, selama ini aku mempunyai banyak rencana, kerja, S2, keluarga, pasangan hidup etc.
Yupp! Tetap kuat dalam Dia, berdoa senantiasa, dan melakukan segala sesuatu untuk kemuliaan-Nya. Dan, seperti kata seseorang padaku, ga hanya berdoa, tetapi tetap berusaha dalam setiap pencapaian semua rencana tersebut.

Dalam semua itu, baik keluarga, studi, karir pasangan hidup dan semua-semuanya, tetap menantikan Dia, menanti waktu-Nya yang sempurna. Tuhan tak pernah gagal menepati janji-janji-Nya.


Doc. Our Daily Bread



No comments:

Post a Comment

just

It was not arrythmia, but i skip a beat sometimes.. It is been a long time that i havenot a convo like we had. And that was the issue.. ...